SMK PANGUDI LUHUR MUNTILAN
SMK Pangudi Luhur Muntilan - Jl. Kartini No.2 Muntilan  Telp/Fax. 0293-587867
Rabu, 13 Desember 2017  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


06.06.2012 10:08:09 1381x dibaca.
ARTIKEL
SERAUT WAJAH PENDIDIKAN KITA

Seraut Wajah Pendidikan Kita Beberapa waktu yang lalu seluruh proses hajatan di lingkungan Kemendikbud, yakni ujian nasional sudah terlaksana dari tingkat SMTA hingga SD. Saat-saat menjelang ujian nasional itulah segenap insan pendidikan sibuk dengan berbagai macam persiapan demi suksesnya hajatan tahunan itu. Dari pembuatan soal yang berpaket-paket, pengaturan jadwal, bahkan sampai pada pengaturan nomor tempat duduk peserta ujian. Sungguh, kita direpotkan dengan aturan-aturan itu yang katanya demi tidak terjadinya perbuatan curang dalam pengerjaan soal ujian. Meskipun, masih juga terdengar kabar terjadinya kecurangan-kecurangan di beberapa tempat. Alasannya demi prestasi siswa maupun sekolah. Namun, apakah prestasi yang diraih itu betul-betul mewakili keadaan sesungguhnya? Hal ini tak menjadi soal. Juga tak dipersoalkan apakah prestasi tersebut juga berbicara tentang mutu pendidikan. Melihat kenyataan di atas, seolah-olah kondisi tersebut menggambarkan betapa parahnya situasi pendidikan di Indonesia. Bila benar demikian, sungguh sangat ironis bahwa di dunia pendidikan yang seharusnya tempat adanya kejujuran, kebenaran tetapi justru sebaliknya. Bukankah ini adalah bentuk kegagalan sistem pendidikan yang tidak mampu menjadikan peserta pendidikan berlaku jujur dan selalu membela kebenaran? Adakah yang salah dengan hal ini? Sekadar sebagai bahan pembanding, di bawah ini ada sebuah cerita. Di sebuah sekolah tak jauh dari penulis, ada sebuah sekolah yang ternyata para siswanya sungguhâ?sungguh dapat mengerjakan soal ujian dengan tidak melakukan kecurangan. Bahkkan hal itu sudah menjadi kebiasaan di sekolah itu. Bila mengerjakan soal ujian/ ulangan siswa pasti mengerjakan dengan penuh kejujuran. Tanpa harus ditunggui oleh guru pun siswa tak mungkin berlaku curang saat mengerjakan soal ujian. Pada suatu kesempatan, saat itu sedang dilaksanakan ujian nasional dengan pengawasan silang, ada seorang ibu guru yang baru saja mengawas ujian di sekolah itu sangat terheran-heran dengan pengalamannya. Ketika sedang mengawas ujian nasional, guru bercerita dengan pengawas lainnya dengan maksud memberi kesempatan para siswa untuk melakukan kecurangan. Namun, guru tersebut ditegur oleh seorang siswa yang sedang mengerjakan soal. â?Bu, kalau bercerita jangan keras-keras, yaâ? begitu kata siswa tersebut. Kontan sang guru tadi meminta maaf lalu menjauh dari pintu ruang ujian melanjutkan ceritanya dengan pengawas di ruang sebelahnya. Sesekali guru tersebut melongok ke arah siswa yang seharusnya ditunggui. Tidak ada tanda-tanda perilaku yang mencurigakan dari para siswa. Beberapa saat kemudian sang guru masuk dan mengatakan bahwa para siswa sudah diberi kesempatan untuk mencontek tapi mengapa tidak digunakan. Lalu para siswa tertawa dan mengatakan bahwa mencontek itu tak ada gunanya. â?Kami tak pernah diajari untuk berbohong, termasuk pada diri sendiriâ? begitu kata salah seorang siswa. Guru tersebut kembali meminta maaf yang kedua kalinya. Ia semakin terheran-heran bahwasannya di zaman sekarang masih ada sekolah yang dapat membina anak didiknya memiliki kejujuran dan sopan-santun yang tinggi. Peristiwa di atas adalah sebuah pengalaman konkret di lapangan dan bukan rekaan. Yang mana sesungguhnya posisi wajah pendidikan kita? Dan, bagaimana dengan sekolah kita? Yang pasti marilah kita berusaha mewujudkan kondisi sekolah kita masing-masing seperti sebuah sekolah di atas seberapa pun hasilnya. Bila pada umumnya apa yang terungkap di permukaan menyatakan kondisi pendidikan kita yang belum seperti contoh sekolah di atas, mungkin saja benar. Dan, inilah permasalahan pendidikan kita yang metinya ditangani lebih serius agar kondisi ini justru yang lebih sedikit dibandingkan dengan kondisi seperti sebuah sekolah dalam cerita di atas. Pendidikan budaya dan karakter bangsa? Mungkin ini salah satunya. Yang pasti sebagai pendidik marilah tak henti-hentinya berusaha sekuat tenaga mmemajukan bangsa ini dengan ikut membentuk kaum muda kita agar memiliki integritas tinggi.







^:^ : IP 54.221.73.186 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR MUNTILAN
 © 2017  http://smkpangudiluhur-mtl.sch.id/